Selamat Datang Di Situs Resmi Desa Tampingan

Visi

“MEMBANGUN TAMPINGAN BERWIBAWA DAN BERMARTABAT”

 

Misi

  1. Membangun ekonomi masyarakat kecil
  2. Membangun BUMDesa dengan membuka berbagai unit usaha
  3. Membuat yayasan sosial yang berbadan hukum
  4. Membangun rumah free Wi-Fi (free dalam pengadaan perangkat)
  5. Membangun terminal kecil untuk kendaraan truk warga Desa Tampingan
  6. Membangun pasar rakyat untuk ekonomi menengah ke bawah
  7. Pelayanan administrasi desa yang ramah, cepat dan gratis

Nilai-nilai

  • Membangun pola pikir masyarakat yang cerdas dan berwawasan, serta menjunjung tinggi norma-norma sosial dan agama.
  • Mendasarkan pembangunan secara mental dan spiritual dengan kebersamaan.
  • Menanamkan nilai-nilai toleransi dalam kemajemukan masyarakat, meliputi perbedaan keyakinan, perbedaan pendapat, perbedaan ekonomi, dan perbedaan pandangan politik.

Pembangunan Fisik Dan Mental

Sinergi antara keduanya adalah keharusan

Pondasi Keyakinan

Keyakinan Adalah Motivasi Paling Hebat

Kepuasan Layanan Masyarakat

Kami Hadir Untuk Melayani Masyarakat

Manajemen Terbuka

Transparansi Adalah Cara Kerja Kami

Diskusi Warga – Klik Disini >>>

Sejarah Desa Tampingan

Sejarah Desa Tampingan dimulai dari kisah Nyai Pandansari , beliau adalah Adik Ki Ageng Pandaranaran yang merupakan putra dari Bupati Pertama Semarang Harya Madya Pandan. Sepeninggal ayahandanya, Pangeran Mangkubumi menggantikan kedudukan sang ayah sebagai Bupati Kedua Semarang dengan gelar Ki Ageng Pandanaran. Ia diangkat menjadi kepala pemerintahan Semarang pada tanggal 2 Mei 1547 M. atas hasil perundingan antara Sutan Hadiwijaya (penasehat Istana Demak) dengan Sunan Kalijaga.

Oleh karena dipandang sudah cukup untuk menjabat Bupati di Semarang beliau melepas jabatannya sebagai Bupati Semarang dan ingin menyebarkan agama Islam yang kemudian membuatnya pergi meninggalkan Semarang menuju ke arah selatan dan sampailah di daerah yang sekarang bernama Tembayat, beliau kemudian tinggal di Tembayat yang kemudian dikenal sebagai Sunan Bayat.

Setelah ditinggal kakaknya, Nyai Pandansari menyusul kakaknya namun Ki Ageng Pandanaran tidak secara jelas menyebutkan ke daerah mana akan pergi untuk menyebarkan Islam dan hanya berpesan bahwa beliau akan pergi ke daerah Selatan Pulau Jawa. Nyai Pandansari beranggapan bahwa Sang Kakak pergi ke arah Selatan Semarang ke daerah yang bernama Blimbing Segulung. Dalam perjalanan tersebut Nyai Pandansari di temani oleh beberapa orang Abdi dan salah satu diantaranya bernama Ki Kertosono.

Jumlah KK

Jumlah Jiwa

Tampingan Desa Strategis

Desa Tampingan sebagai salah satu Desa di Kabupaten Kendal yang memiliki letak yang strategis karena berada jalur antar Desa, dan antar Kecamatan. Tata letaknya yang strategis menjadi suatu potensi dalam melaksanakan Agenda Pembangunan. Kemajuan di Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi sangat jelas berimbas pada kemajuan Desa Tampingan.

Call For a Quote:

(346) 234-6973

Let’s Build Our Village Together

Kemajuan Desa Tampingan adalah tanggung jawab bagi setiap komponen masyarakat Tampingan

Kondisi Geografis Desa

Desa Tampingan adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Boja yang berada di bagian selatan Kabupaten Kendal. Jarak tempuh wilayah Desa Tampingan dari Ibukota Kabupaten Kendal adalah 27 km. Desa ini memiliki luas wilayah 193,64 Ha, dengan potensi lahan yang produktif di antaranya, persawahan.

Luas wilayah Desa Tampingan

  1. Permukiman 45 Ha
  2. Pekarangan 15,69 Ha
  3. Tanah kas desa 22,73 Ha
  4. Persawahan 93,67 Ha
  5. Perkebunan 3,6 Ha
  6. Fasilitas umum 13,4 Ha

Jarak

  • -Jarak Kecamatan 1,5 km
  • -Lama tempuh kecamatan 5 menit
  • -Jarak Kabupaten 27 km
  • -Lama tempuh Kabupaten 45 menit

Adapun batas-batas desa sebagai berikut :

  • -Sebelah Utara : Desa Campurejo
  • -Sebelah Timur : Desa
  • -Karangmanggis
  • -Sebelah Selatan : Desa Salamsari
  • -Sebelah Barat : Desa Boja
Kondisi Sosial Budaya Desa

Kondisi sosial budaya Desa Tampingan masih kental dengan adanya gotong royong. Tingkat kepedulian sosial antar warga cukup bagus dan hubungan sosial humanisme masih terjaga dengan baik.

Kondisi Ekonomi Desa

Kondisi ekonomi Desa Tampingan berada pada tingkatan menengah dimana tingkat pengangguran masyarakat pada kondisi normal dalam jumlah yang kecil. Mayoritas penduduk Desa Tampingan bermata pencaharian sebagai buruh pabrik dan buruh bangunan. Di samping itu, ada beberapa pada sector ekonomi mandiri atau wiraswasta.

Kondisi Infrastruktur Desa

Kondisi infrastruktur Desa Tampingan terhitung cukup bagus dimana jalan poros desa, jalan desa sudah tertata. Kemudian pada jalan-jalan gang dalam kampung masih membutuhkan perhatian untuk pemeliharaan.

 

Kata Bijak Sang Pemimpin

“Kerja sama lebih berorientasi pada profit semata sedangkan kerja bersama akan melahirkan rasa senasib sepenanggungan diantara orang yang berperan di dalamnya”.

Drs. H. Abdul Mujib

Kepala Desa Tampingan

“Mari gotong royong dan terus fokus bekerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan dan menurunkan angka kemiskinan. Kita tidak boleh berhenti bekerja untuk menghadirkan Pancasila”.

Ir. H. Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

Ir. Soekarno

Presiden Pertama RI

Contact Us